NAMA              :  Chronika Simatupang

PANGKAT        : Sersan Satu

NOSIS              : 20190421-E

TELKOMMIL  D4#4



TUGAS 1 SISTEM UAV


 

PRODUCT UAV AI FIXED WINGS

 

1. Fix Wing UAV/Drone System Model AM. 02 

Drone Terbaru dengan berat maksimum 4,5 kg, panjang sayap maksimal 2.4 meter dan dipersenjatai dengan kamera 12 Mega Pixel ini wajib anda miliki. Mendapatkan Peta yang akurat, presisi, dan mutakir akan menjadi acuan ntuk membuat kebijakan yang efektif dan efesien, žDengan Wahan UAV dapat mendeteksi titik api, untuk pertahanan, untuk aplikasi kebencanan, pentuan jenis hutan.

Pengelolahan Data, ESRI dapat mengelolah, memanipulasi, mengedit, data yang didapt dari lapangan sehinggamenghasilkan Peta yang dapat memberikan informasi ke Publik.

 

2. Wuxi YFT-CZ36

Wuxi YFT-CZ36 vertical take-off and landing (VTOL) pengawas sayap tetap UAV

Seorang perwakilan di Jiangsu Digital Eagle Technology Development Company yang berbasis di Wuxi mengonfirmasi penjualan luar negeri pertama dari pesawat terbang pengintai sayap tetap YFT-CZ36 vertical take-off and landing (VTOL) ke pemerintah Indonesia dan Malaysia.

 

Perwakilan perusahaan tidak akan mengidentifikasi lembaga pemerintah atau nomor yang dijual. Selain Indonesia dan Malaysia, sumber tersebut memang mengonfirmasi bahwa pesawat tersebut telah melakukan penjualan tambahan ke negara lain yang dirahasiakan. Keberhasilan ini mendorong perseroan untuk pertama kalinya melakukan pameran di DSA 2018 di Kuala Lumpur. YFT-CZ36 memiliki ketinggian maksimum 4.000 m, muatan 4kg, kecepatan jelajah 70-100 km / jam, dan daya tahan 60-90 menit.

 

                Wuxi YFT-CZ36 vertical take-off and landing (VTOL) pengawas sayap tetap UAV

Drone keamanan empat rotor YM-4140 memiliki ketinggian maksimum 1.000m, muatan maksimum 3kg, kecepatan jelajah 5-10m / s, dan ketahanan 40-60 menit.

Drone keamanan enam rotor YM-6130 memiliki ketinggian maksimum 1.000m, muatan maksimum 16kg, kecepatan jelajah 5-10m / s, dan ketahanan 40 menit. Drone keamanan delapan rotor YM-8120 memiliki ketinggian maksimum yang sama, muatan maksimum 3,3kg, dan daya tahan 30 menit.

Perusahaan juga menawarkan UAV pemadam kebakaran. Delapan rotor YM-8160 Digital Eagle Fire Drone memiliki muatan maksimum 15kg, kecepatan jelajah 5-10m / s, dan ketahanan 10-15 menit. Itu dapat membawa alat pemadam kebakaran dan memecahkan jendela. Perusahaan juga menawarkan berbagai sistem jammer UAV, bersama dengan kamera dua dan tiga sumbu. 

 

3. Amphibi Gama V2

Pesawat ini memiliki kemampuan terbang selama kurang 40 menit untuk jangkauan jelajah 40 kilometer dan ketinggian jelajah maksimal 1.200 meter. Tak hanya itu, Amphibi Gama V2 juga mempunyai kecepatan maksimal pesawat 25 meter per detik, kecepatan jelajah pesawat 13 meter per detik serta kecepatan minimal 8 meter per detik.

Amphibi Gama V2 memiliki panjang 1.350 mm dengan bentang sayap 2.000 mm. Adapun bodi pesawat dibuat menggunakan bahan material komposit. Sementara untuk kapasitas daya baterai  LiPo 11.000 mAh. Sedangkan untuk kapasitas muatan 1,5 Kg dan beban muatan maksimal untuk take off 6 Kg.

Pesawat ini juga dilengkapi dengan sensor akselerometer, sensor gyroscope, sensor barometer, sensor air speed, serta sistem navigasi GPS.

Sementara untuk sistem penggerak menggunakan motor brushless dan kendali dengan motor servo. Pesawat juga dilengkapi dengan mikroprosesor, kontrol manual berupa remote 2.4 Mhz, dan komunikasi telemetry 433 Mhz.

Apmhibi Gama V2 dikembangkan Tri Kuntoro bersama dengan sejumlah peneliti di FMIPA UGM yaitu Oktaf Agni Dhewa, S.Si., M.Cs., Nur Achmad Sulistyo Putro, S.Si., M.Cs., Ardi Puspa Kartika, S.Si., M.Cs., Faisal Fajri Rahani, S.Si., M.Cs., Prasetya Aditama, S.P., S.Si., serta Faris Yusuf Baktiar, S.Si. Selain Amphibi Gama V2, sebelumnya telah dihasilkan sejumlah produk UAV tipe flying wing yaitu UAV Gama Tipe UX 328, UAV Gama Tipe UX 528,  UAV Gama Tipe UX 628 dan tipe fixed wing yakni UAV Amphibi Gama V1.




4. Prototipe PM-1

Prototipe PM-1 telah diluncurkan di kantor PT Dirgantara Indonesia, Senin 30 Desember 2019 dan mampu terbang terus menerus selama 24 jam. Pesawat itu ditargetkan bisa terbang perdana pada 2020.

Drone ini targetnya bisa lepas landas dan mendarat sekira 700 meter dengan ketinggian sekira 20.000 kaki dengan kecepatan maksimum 235 km per jam.

Untuk PM-4, targetnya dilengkapi sertifikatnya pada 2024 untuk sudah berupa pesawat drone yang sudah bisa kombatan.

5. Surveillance Drone

 

Pesawat drone ini memiliki teknologi VTOL (Vertical Take-Off Landing) dan dibuat untuk melakukan tugas pemantauan dan pemetaan. Surveillance drone ini memiliki panjang sayap 3,4 meter dibuat dengan full carbon-fiber yang memiliki kelebihan ringan dan kuat. Dengan fitur VTOL yang dimiliki, drone ini tidak memerlukan tempat yang luas sebagai landasan take-off maupun landing, dan drone ini mampu mengudara dengan waktu yang cukup lama karena saat drone ini menjelajah atau cruising menggunakan fix wing. Surveillance drone buatan tim Frogs Indonesia ini dirancang dengan kecepatan maksimal 100km/jam, dan dengan daya jelajah 60km/jam. Dari kecepatan pada saat cruising itu pula dapat disetting juga untuk mode hover atau pesawat drone ini terbang diam diatas udara untuk beberapa tujuan tertentu misalnya untuk pengawasan atau pemantauan.

Pada produk Frogs yang lainnya, seperti Sprayer drone dan Cargo drone untuk jarak pendek merupakan jenis multi rotor dimana semua beroperasi dengan full propeller atau baling-baling, sedangkan Surveillance drone ini merupakan campuran dari dua mode yaitu multi rotor dan fix wing atau dengan sayap dan baling-baling. Dengan begitu, drone ini mempunyai keunggulan dimana pada saat mulai beroperasi pada saat take off dan landing bisa secara vertical menggunakan propeller sehingga tidak membutuhkan landasan yang luas dan pada saat mengudara akan lebih hemat karena menggunakan sayap dimana pada penggunaannya tersebut tidak membutuhkan energi yang begitu besar seperti multi rotor pada biasanya.

 

PRODUCT UAV AI DRONE COPTER

 

1. Quadcopter

Inilah jenis drone sipil yang paling awal dan paling populer di dunia. Jenis ini bisa mudah Anda temukan di pasaran. Modelnya menggunakan 4 baling-baling dalam formasi persegi yang semuanya berfungsi untuk mengangkat dan membelokkan drone.

Rata-rata berukuran kecil dan kerap dilengkapi dengan sebuah kamera yang ditanamkan di tubuh drone. Ada juga yang hanya menyediakan dudukan untuk meletakkan kamera kecil. Biasanya kamera yang digunakan punya kualitas High Definition (HD) untuk memberi gambar yang jelas dan terang.

Drone ini menggunakan baterai sebagai sumber energi. Karenanya jarang ada drone quadcopter yang mampu dipakai lama. Hanya berkisar 5-10 menit pemakaian, drone ini sudah harus turun untuk diisi ulang baterainya.

2. GPS Drone

Sesuai namanya, ini merupakan drone yang selalu terhubung dengan sinyal GPS dari satelit. Keistimewaannya, drone ini bisa kembali ke titik keberangkatan tanpa perlu kita kendalikan. Drone bisa kembali ke titik awal saat mulai kehabisan baterai atau sudah di luar area kendali remote control.

Anda harus memprogram drone ini terlebih dahulu melalui komputer sehingga bisa diatur akan berangkat ke area mana dan kembali ke titik keberangkatannya. Jadi Anda tak perlu repot mengendalikannya karena sudah berjalan secara otomatis.

Namun, agar kemampuan menangkap sinyal GPS bisa berjalan dengan baik, Anda harus menggunakan drone ini dalam kondisi cuaca terang dan tak berawan. Dengan demikian, drone tidak mengalami kendala ketika membaca titik GPS yang sudah diprogram sebelumnya.

3. RTF Drone

RTF merupakan singkatan dari Ready to Fly. Jadi Anda tak akan banyak menemukan kesulitan untuk menerbangkan drone ini. Keluarkan dari dalam boks, charge baterai sampai penuh, dan Anda pun bisa segera menerbangkannya.

Mengendalikan RTF drone pun relatif mudah, karena memang dirancang untuk para pemula. Bentuknya cenderung mirip dengan quadcopter dalam ukuran kecil sehingga memudahkan mereka yang baru belajar mengendalikan drone.

4.Trick Drone

Jika Anda sudah mulai bisa mengendalikan RTF drone, kini saatnya mencoba jenis trick drone. Jenis ini tidak hanya bisa diajak naik-turun atau belok kanan-kiri saja. Tapi bisa melakukan sejumlah trik seperti berputar ke atas dan manuver-manuver menarik lainnya.

Ukurannya tak terlalu besar, panjangnya sekitar 26 cm saja. Beratnya pun hanya beberapa puluh gram. Dilengkapi dengan alat kendali yang cukup user friendly bagi para pemula di dunia drone. Umumnya sudah dilengkapi dengan kamera kecil. Tapi kualitas rekamannya belum HD.

5. Helicopter Drone

Jika mayoritas drone untuk sipil menggunakan empat rotor baling-baling, helicopter drone justru hanya menggunakan satu mesin saja. Persis seperti yang biasa Anda lihat dalam sebuah helikopter. Penggunaan satu mesin rotor justru membuat jenis drone ini lebih mudah untuk dibuat melayang tetap di satu titik.

Menerbangkan drone ini pun relatif lebih mudah dibanding drone dengan empat baling-baling. Begitu pula saat akan menurunkannya. Apalagi dilengkapi dengan landing bar di bagian bawah drone yang sama persis dengan yang ada di helikopter.

Drone ini pun memiliki bagian depan, sehingga Anda harus bisa memastikan ke arah mana drone ini akan bergerak secara benar. Untuk urusan kecepatan, drone ini kurang bisa diandalkan.